)-->
Welcome to Amirullah Arsyad Anak Gunung Perak Sinjai   Click to listen highlighted text! Welcome to Amirullah Arsyad Anak Gunung Perak Sinjai Powered By GSpeech

Fayyadh tak pernah berhenti memberikan kejutan. Setelah sebelumnya meraih prestasi membanggakan dengan menyabet gelar juara 2 hafidz dalam lomba hapalan surat pendek antar kelas 1 dan kelas 2 MIN 1 Ende, berbagai prestasi lainnya kembali ditorehkan putraku Fayyadh. Yang terbaru berhasil meraih rangking 2 di kelas 1 D MIN Ende untuk semester pertama. Menurut informasi wali kelasnya, nilai Fayyadh dan nilai temannya yang menduduki peringkat 1 sebetulnya berimbang, sehingga untuk menentukan peringkat terbaik dicarilah tambahan penilaian dari aspek lain, tulisan. Yah! Tulisan. Dengan penilaian tulisan harian nilai Fayyadh sedikit lebih rendah dari kawannya, wal hasil Fayyadh dinobatkan diposisi runner up alias rangking 2.

Di hari penerimaan rapor siswa gurunya berpesan kepada ibu Fayyadh “Latih ananda Fayyadh agar tulisannya lebih rapi dan konsisten” demikian kata ibu Fayyadh meniru pesan bu guru. “Tulisan Fayyadh belum konsisten ketika mengerjakan tugas di sekolah, kadang rapi sekali, namun namun kadang tulisannya susah dibaca”. Masih menurut bu guru, bila tulisan Fayyadh lebih rapi tidak menutup kemungkinan Fayyadh lebih berpeluang menduduki peringkat 1.

Selain memberi pesan, ibu guru juga memberi kesan yang disampaikan kepada dewan guru lainnya “anak ini pintar sekali, bila dikasih tugas langsung jawab tanpa perlu penjelasan berkali-kali” guru lainnya mendengarkan dengan seksama. Tapi satu hal yang harus dijaga “Jangan coba-coba ganggu dia atau pegang barang-barangnya, pasti dia ngamuk dan lempar semua barangnya” demikian cerita bu guru. Bu guru kembali bercerita “Pernah suatu hari saya ke toilet, lalu saat saya menuju ke kelas, anak-anak berhamburan semua keluar kelas, saya tanya kenapa kalian keluar semua, mereka jawab Fayyadh pegang mistarnya bu guru mau pukul kami. Usut punya usut rupaya ada salah satu kawannya yang meledek, Fayyadh jengah diledek terus akhirnya tanpa suara dia ambil mistar panjang di meja bu guru dan mengancam teman yang meledeknya, siswa lainnya yang ketakutan lari berhamburan ke luar kelas”. Saya lerai mereka tapi dalam hati bilang begini “anak Makassar kamu ganggu hahaha”.

Anakku Fayyadh! diusiamu yang masih belia, selagi otak, jiwa, dan hatimu masih bersih, lugu, alami, kami sebetulnya memang lebih mengarahkanmu untuk menghapal al-Qur’an. Menghapal al-Qur’an disaat usia dewasa apalagi sudah tua, sangat susah nak! bukan tidak ada jalan tapi saat usia belia adalah waktu yang paling pas memperkenalkan kalam Ilahi kepadamu. Jika diusiamu yang masih sangat belia sudah bisa menghapal al-Quran, sampai tua ananda pasti masih ingat.

Kalau persoalan tulisan, dan pelajaran lainya, seiring berjalannya waktu akan tertata rapi dengan sendirinya? Akan terbentuk secara alamiah, insyaAllah.

Tidak apa nak! Ayah dan ibumu  tidak pernah membebanimu dengan target tinggi, ayah dan ibu hanya mengharapkan agar ananda mendari anak sholeh, anak pandai, anak yang sukses, dan kelak menjadi orang berguna untuk agama, bangsa dan masyarakat. Bila pun ananda berhasil mendapat peringkat, itu adalah bonus, hadiah yang luas biasa bagi ayah dan ibumu, karena ananda telah menunjukkan sesuai yang lebih dari apa yang kami inginkan.

Ayah dan ibu sangat bangga padamu anakku. Ayah dan ibu merasa sangat bangga dan bahagia menjadi orang tua dari anak yang luar biasa sepertimu.

Pilih Bahasa

Indonesian Arabic English German Japanese Portuguese Spanish

Link Pengadilan

Link Silaturahim

 

 

)-->

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Pengunjung

000043373
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Lalu
Bulan Ini
Minggu Lalu
Semua
257
88
838
41892
2599
6238
43373

Your IP: 3.84.243.246
Server Time: 2019-02-23 15:34:15
)-->

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech