Ende | amrul-arsyad.com

Setelah sukses me-launching aplikasi antrian sidang yang terlahir bernama Saripa (hehehe), kini generasi pelanjutnya sudah siap dirilis (sssst rahasia yah! sebetulnya sudah dalam persiapan launching, ingat ra ha si ya…!! Cukup Allah, saya, dan pembaca budiman yang tau wkwkwkwkw…!!).

Sudah lama muncul keinginan untuk merevisi aplikasi Saripa, namun apa daya waktu dan kemampuan jualah yang  tak cukup untuk ber-delphi-ria lagi. Banyak faktor yang  --bisa dijadikan alasan-- menghambat keinginan tersebut.

Pertama: mutasi nun jauh ke pulau seberang tepatnya di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur secara yurisdiksi masuk dalam wilayah PTA Kupang atau PTA Nusa Tenggara Timur --yang sejujurnya melenceng daeri impian karena maunya kembali ke bumi Sulawesi Selatan setidaknya Sulawesi Barat (hahaha ngarep)--yang mengharuskan aku harus beradaptasi dengan lingkungan baru, suasana baru, rekan kerja yang baru, nyari penampungan baru (curhat hakim dirantau yang minim fasilitas hehehe)  yang tentunya secara psikologis memengaruhi kreatifitasku (untuk sementara ces).

Read more: SARIPA Versi 2.0 Segera Dirilis

SARIPA atau System Antrian Sidang Pengadilan Agama. Mahakarya teranyarku yang dibuat dipenghujung tahun 2015. Berawal dari minat mengikuti lomba inovasi yang diadakan oleh Mahkamah Agung RI dengan diikuti seluruh pengadilan dalam lingkup Mahkamah Agung. Banyak ide kreatif yang muncul di kepala ketika membaca pengumuman lomba inovasi tersebut. Namun sadar dengan kemampuan, akhirnya terfikirkan bahwa saat ini untukku lomba inovasi belum waktunya dijadikan ajang meraih prestasi, tapi bagiku saat itu lomba tersebut tak lebih sebagai pelecut semangat --dengan medeadline diri-- untuk menciptakan 'sesuatu' yang bisa dirasakan manfaatnya minimal oleh satker tempatku mengabdi, Pengadilan Agama Bitung. Artinya tak menang pun tak apa bahkan tak ikut lomba pun tak apa, asalkan karyaku bisa memberi manfaat untuk kemajuan instansiku dan tentunya bisa selesai dibuat sebelum batas waktu penerimaan hasil inovasi.

Baca juga SARIPA Versi 2.0 Segera Dirilis

Lalu terbersitlah keinginan untuk membuat aplikasi antrian sidang. Memang system antrian sidang di pengadilan khususnya peradilan agama bukanlah sesuatu yang baru. Misal saja system antrian sidang buatan gan Huda yang sangat fenomenal dan melambungkan nama namanya serta PA Jombang ke seantero penjurur negeri, atau aplikasi milik PA Bondowoso dan lainnya, tapi karena sulitnya (faktor dana) untuk mendapatkan aplikasi tersebut --dengan dana pribadi-- secara utuh, ditambah komunikasiku yang belum terjalin baik dengan si embah penciptanya, maka ku fikir tak ada salahnya untuk menciptakan aplikasi system antrian sidang sendiri. Bukan perkara mudah sebetulnya, karena keterbatasan pengetahuan bahasa program, dan hanya mengandalkan mahaguru Mbah Google, akhirnya terciptalah aplikasi yang ku beri nama SARIPA, diambil dari nama Panitera PA Bitung Dra. Saripa yang terkenal gigih membangun pengadilan berbasis teknologi . SARIPA sendiri singkatan dari System Antrian Sidang Pengadilan Agama. Dalam pembuatannya saya memakai Dhelpi7 dengan bahasa pascal-nya. Hasilnya lumayan, selain mudah dalam hal pengoperasiannya, SARIPA juga bisa digunakan untuk memantau situasi pengunjung atau pihak berperkara yang sedang mengantri diluar sidang bahkan bisa men-take gambar bila dibutuhkan. Tak lupa tentunya terintegrasi dengan database aplikasi Siadpa. Yang istimewa karena SARIPA tidak menggunakan database mentahan dari Siadpa untuk menampilkan data perkara sebagaimana karya fenomenal dan menginspirasi dari gan Huda, namun cukup mengambil bagian khusus dengan menyiapkan halaman url semisal jadwal sidang dari portal infoperkara badilag. Tadinya terlalu miskin kreasi tapi kenapa jadi istimewa? Dengan kebijakan Sekretaris MARI Nurhadi, yang mengharuskan semua satker beralih ke SIPP tak membuat SARIPA mati suri karena tak bisa menampilkan database dari Siadpa lagi, sebaliknya aplikasi SARIPA tetap dapat dijalankan dengan normal cukup dengan mengganti URL --sesuai kebutuhan-- secara copy paste, langsung diaplikasinya tanpa harus opname ulang. Sempurna? Tentu tidak. Aplikasi ini tetaplah sederhana sesederhana dan terbatas seperti penciptanya. Yang pasti aplikasi ini masih tersedia dalam versi 1.0.1 atau versi perdana dan akan diupayakan untuk disempurnakan dengan memperbaharui lewat versi berikutnya. (NB. Aplikasi ini bukan untuk dikomersilkan, namun tetap izin jika minat untuk menggunakannya)

Berikut previewnya

 Tampilan muka dengan tombol panggilan untuk masuk ruang sidang

Kamera untuk memantau antrian diluar sidang, dengan menambahkan kamera luar yang terhubung dengan server

I

Monitor terbagi 2 layar, Kanan diperuntukkan untuk pencari keadilan untuk memantau jadwalnya untuk disidang, kiri TV untuk hiburan bagi pengunjung

I

Tombol Antrian

Halaman Copyright

Pilih Bahasa

Indonesian Arabic English German Japanese Portuguese Spanish

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Link Pengadilan

Link Silaturahim

 

 

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Pengunjung

000013826
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Lalu
Bulan Ini
Minggu Lalu
Semua
22
28
226
13389
506
1235
13826

Your IP: 54.91.171.137
Server Time: 2017-12-17 11:41:54

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Developed in conjunction with Ext-Joom.com