Putusan merupakan mahkota hakim dan inti dari mahkota itu adalah pertimbangan hukumnya, maka seyogyanya putusan hakim terutama pertimbangan hukumnya harus mencerminkan nilai keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum yang terangkum dalam konstatir, kualifisir dan konstituir putusan. Putusan hakim yang dibuat berdasarkan “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah bentuk pertanggungjawaban hakim atas tugas dan tanggung jawab mengadili suatu perkara. Pertanggungjawabannya terutama kepada Tuhan, lalu kepada pencari keadilan dan tentunya kepada masyarakat, oleh karena itu putusan yang baik adalah putusan yang berargumentatif atau mempunyai argument yang tinggi. Dalam arti konkrit bahwa seorang hakim tanpa perlu menjelaskan isi dan maksud putusannya, namun cukup dengan membaca putusannya maka orang lain bahkan orang awam tanpa pemahaman hukum sekalipun mengerti dan faham sejelas-jelasnya isi kandungan putusan dan maksud yang terkandung didalamnya. Semua itu hanya dimungkinkan jika putusan berargumentatif dengan disertai estetika penyusunan yang baik (tahsiniah). Putusan berargumentatif bukan hanya dasar hukumnya yang kuat tetapi juga ditentukan oleh tahsiniahnya.

Minat memiliki? hubungi disini

 

Pilih Bahasa

Indonesian Arabic English German Japanese Portuguese Spanish

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Link Pengadilan

Link Silaturahim

 

 

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Pengunjung

000018133
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Lalu
Bulan Ini
Minggu Lalu
Semua
130
17
533
17285
958
615
18133

Your IP: 54.166.172.33
Server Time: 2018-04-21 15:40:38

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Developed in conjunction with Ext-Joom.com