)-->
Welcome to Amirullah Arsyad Anak Gunung Perak Sinjai   Click to listen highlighted text! Welcome to Amirullah Arsyad Anak Gunung Perak Sinjai Powered By GSpeech

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Sudah seminggu kaka' Fayyadh tidak masuk sekolah, puteraku terkena cacar air, kulitnya penuhi ruam gelembung beisi cairan yang terasa gatal hingga mengganggu ketenangannya. Syukurlah panasnya sudah reda dan cacar di kulitnya sudah mulai mengering, dalam tahap penyembuhan. Meski demikian Fayyadh belum mau ke sekolah, dan sayapun tidak ingin memaksanya.

Bukan saya melalaikan pelajaran formalnya, tapi saya mengantisifasi yang sampai cacar yang menghiasi wajahnya jadi bahan olokan teman-temannya, bila itu terjadi putraku bisa minder bertemu teman-temannya di sekolah.

Seminggu yang lalu Fayyadh ditunjuk untuk menjadi salah satu dari tiga teman sekelasnya mewakili kelas 1 D mengikuti lomba hapalan surah-surah pendek. Sebelumnya Fayyadh tidak masuk dalam pilihan wali kelasnya, kata kaka' waktu di tes hapal surah al Falaq kaka' kurang lancar. Maklum si kaka' memang saya latih menghapal mulai dari Surah an Naba' sesuai urutan mazhab utsmani (meski sebelumnya menghafal dari surah an Nas). Namun saat kepala sekolah MIN Ende berkunjung ke mes PA di Eltari, oleh bude Fayyadh dipromosikan sebagai anak yang punya talenta dibidang hafidz. Bude menceritakan ke Kepala Sekolah bahwa Fayyadh sering menghafalkan surah an Naba' dan seterusnya saat diantar ke RA/TK oleh ayahnya. Dan akhirnya kepala sekolah meneruskan hal tersebut ke wali kelas 1 D hingga Fayyadh dipilih sebagai salah satu perwakilan untuk kelasnya.

Sayang, cacar air plus demam tinggi yang menyerang puteraku membuatnya terancam  tidak ikut lomba, sementara jadwal lomba belum juga diumumkan. Hal itu membuat anakku sedih.

Suatu hari Hurul'in memberitahu kalau Fayyadh akan digantikan siswa lain karena cacar, jelas Fayyadh sangat sedih. Terlihat butiran air mata jatuh dari sudut matanya. Anakku sempat merengek dibawa pergi ke sekolah, katanya biar sakit tetap ke sekolah asal tidak diganti sebagai peserta. Untung mama bisa membujuknya sehingga dia rela bila memang posisinya sebagai peserta lomba digantikan oleh temannya.

Hingga tiba suatu (Kamis, 7 Sep 2018) ada pesan singkat masuk ke ponsel mama, ternyata dari wali kelas 1 D yang memberitahukan bahwa Fayyadh sudah didaftarkan sebagai peserta lomba. Jadwalnya pun sudah ditentukan yakni besok (8 Sep 2018). Fayyadh sangat bersemangat, dia tidak peduli lagi dengan cacar dikulitnya.

Esok harinya saya dan mama bersama si kecil Fildzah mengantar Fayyadh ke sekolahnya. Menurut ibu gurunya kaka' sempat akan dipulangkan ke rumah karena menangis**. Wali kelas yang menyangka Fayyadh tidak mau lomba dan mau kembali ke rumah berusaha menenangkannya, namun tidak berhasil sehingga wali kelas meminta bantuan dari guru lain. Terjadilah  dialog* seperti berikut:

Bu guru: Kenapa menangis;

Fayyadh : (tidak menjawab)

Bu Guru: Mau pulang ke rumah saja?

Fayyadh: (hanya menangis sambil menggelengkan kepala)

Bu Guru: Mau tinggal di sekolah?

Fayyadh: (masih nangis dan hanya menganggukkan kepala)

Ibu Guru: Mau ikut lomba?

Fayyadh: Iya, mau

Ibu guru pun membawa kembali Fayyadh masuk ke dalam kelas.

Ibu guru yang penasaran (mungkin ragu dengan kemampuannya) lalu mengetes dengan menyuruhnya menghapal surah al Qadr, dan kaka' menghafalnya dengan sangat lancar. Meski materi lomba untuk kategori kelas 1 hanya sampai surah at Takatsur namun Fayyadh memang sudah hafal lebih dari itu, alhamdulillah.

Singkat cerita Fayyadh pun ikut lomba dan berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan dewan hakim dengan baik dan lancar. Memang dari segi tajwid masih sedikit kurang namun sudah sangat lumayan untuk ukuran anak sekecil kaka'. Kekurangannya yang lain adalah saat menghapal tidak pakai tartil (mungkin terpengaruh peserta yang tampil sebelumnya).

Dan hari ini, Senin 10 September 2018 saat upacara pengibaran bendera merah putih, hasil perlombaan kemaren diumumkan. Hasilnya Fayyadh berhasil meraih juara 2 kategori hafalan surah pendek tingkat kelas 1. Kabar itu kami dapatkan dari informasi wali kelasnya, bu Sunarti.

Sayang Fayyadh belum bisa masuk sekolah sehingga tidak bisa tampil menerima hadiahnya.

Sebagai ayah, tentulah sangat bangga dengan prestasi anak saya. Cacar air yang menghiasi kulit dan wajah tak menyurutkan tekad Fayyadh tuk meraih prestasi. Dan saya sangat yakin, akan lahir lagi prestasi-prestasi jagoanku yang lainnya, amin.

 Lebih dari itu sebagai orang tua hapalan anakkulah yang paling utama dan membanggakan (kiranya Allah SWT selalu membimbing dan meridhainya), adapun lomba yang diikutinya hanyalah salah satu instrumen untuk mengukur sejauhmana kemampuan hafalan anakku, Fayyadh.

 

 

* Dialog ini diceritakan sendiri oleh ibu Guru, Bu Basirah kepada istri saya sesaat sebelum lomba.

**Belakangan kaka' Fayyadh memberutahu kalau dia menangis lantara diledek temannya karena wajahnya penuh bintik bintik cacar

Pilih Bahasa

Indonesian Arabic English German Japanese Portuguese Spanish

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Link Pengadilan

Link Silaturahim

 

 

)-->

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Pengunjung

000029552
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Lalu
Bulan Ini
Minggu Lalu
Semua
134
142
718
27877
1675
1572
29552

Your IP: 54.159.44.54
Server Time: 2018-11-15 11:24:10
)-->

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech