Selamat datang anakku, selamat datang dalam kehidupan kami. Hadirmu adalah karunia Ilahi yang tak ternilai harganya, kehadiranmu telah melengkapi kebahagian ayah dan ibumu.

Pada prosesi kelahiranmu ayah memang tidak berada dekat ibumu. Di tanggal 15 Agustus 2012, ayah masih dalam perjalanan Bitung-Manado, tiba di Makassar magrib anakku. Lalu ayah ke PO Liman di Jalan Urip Sumoharjo mencari tumpangan bus ke Majene, namun semua bus trayek tujuan Majene di PO itu habis dibooking penumpang lain. Ayah fikir besok malam saja berangkatnya sambil istirahat di Makassar barang satu malam apalagi kakek Sinjaimu, berharap saya ke kampung dulu (Gunper, Sinjai) baru terus ke Majene.

Namun malam itu ibumu mengirimkan SMS minta dikirimkan pulsa. Setelah mengirim pulsa lalu ku telpon ibumu karena penasaran kenapa minta pulsa, pasti ada hal yang sangat penting. Ibumu memberi tahu kalau dia mau hubungi bidan Erna karena merasa ada cairan mirip ketuban yang keluar. Ayah mulai was-was anakku, mungkin sudah waktunya ibumu akan melahirkan kamu. Aku shalat sunnah untuk menenangkan diri dan mohon bimbingan Allah agar semua berjalan baik.

Tak lama setelah itu, kakekmu (kakek Majene) menelpon ayah agar saya segera ke Majene karena tanda-tanda kelahiran anak pertama sudah terlihat. Lalu aku juga menghubungi papa (kakek Sinjai) di kampung dan memberitahu bahwa ayah batal ke Sinjai. Malam itu ayah tidur gelisah.

Lepas shalat subuh ayah bergegas ke terminal Daya, mencari mobil penumpang tujuan Majene yang berangkan pagi.

Ayah dapat nak! mobil izuzu panter tapi hanya tujuan Wonomulyo, tak apa asal cepat. Ku hubungi tante Dilla-mu mencari tahu kondisi terkini ibumu, katanya belum melahirkan. Mungkinkah diproses kelahiranmu aku berada disamping ibumu? Sepanjang perjalanan aku hanya terdiam, harap harap cemas, dan selalu berdoa kiranya ibumu dan engkau sehat-sehat tanpa kurang sesuatu apapun.

Tiba di Wonomulyo aku berpindah ke mobil angkot tujuan Majene Kota, syukur karena setiba di Terminal Majene, ayah langsung dapat mobil angkot yang segera membawaku ke Waegamo. Sepanjang perjalanan sesekali Dilla menelpon menanyaku posisiku, katanya sampai saat ini Kamis 16 Agustus 2016 pukul 12.35 siang, ibumu belum melahirkan. Apa betul kamu menungguku dulu nak?

Aku menyebut nama Tuhan Azza wa Jallah.. lalu dalam hatiku aku membayangkanmu dan bercakap-cakap denganmu nak... aku berkata "...nak lahir mi nak! janganmi tunggu ka... datangja itu nak! kasihan ibumu terlalu lama merasakan sakit klo harus menungguku... lahir mi nak! datang ja itu.."

Satu menit berselang Dilla menelpon "...sudah lahir ade, laki-laki.." katanya.

Alhamdulillah...alhamdulillah...alhamdulillah wa syukrillah... terima kasih atas karuniamu Ya Allah...

Engkau lahir Selasa, tanggal 16 Agustus 2012 bertepatan tanggal 27 Ramadhan 1433 Hijriah, engkau lahir ditanggal ditafsirkan sebagian besar ulama sebagai tanggal turunnya al-Qur'an untuk pertama kalinya.

Sekitar duapuluh menit pasca kelahiranmu ayah tiba di rumah, ketika ayah masuk dikamar kulihat ibu tersenyum kepadaku lalu aku membelai rambutnya, belainkan yang bermakna sucapan selamat dan terima kasih atas perjuangan mengandung hingga melahirkan anakku, sekaligus bermakna permohonan maaf tak bisa mendampinginya dalam proses melahirkan.

Aku menuju ke arahmu nak, menciummu dengan penuh harus dan bahagia. Ku kumandangkan azan di telinga kananmu dan iqamah ditelinga kirimu. Aku kaget ketika engkau tiba-tiba menagis keras nak! namun ibu dan nenekmu sigap membelaimu hingga engkau tenang kembali.

Dari situlah ayah baru tahu kalau sejak lahir sampai ayah datang, engkau belum juga mengeluarkan tangisan. Katanya normalnya bayi baru lahir itu langsung menangis kala sudah dilahirkan. Banyaknya lendir di mulutmu karena lamanya prosesi kelahiran, membuat tangisanmu tak langsung terdengar. Bahkan lendir di rongga mulutmu harus disedot dengan alat khusus untuk itu.

Tangisan perdanamu keluar ketika ayah selesai mengazankanmu. Ayah berfikir "apa betul kamu sedang menunggu ayahmu dari tadi nak?"

Segala puji milik Allah, apapun itu ayah hanya mengucap syukur pada Allah. Dengan izinnya pula engkau ku beri nama, yang bermakna Laki-laki dermawan, manusia utama, yang menjadi/membawa cahaya (Ilahi) untuk orang tuamu Nurhalimah dan Amirullah.

Selamat datang anakku... selamat datang puteraku... selamat datang Fayyadh Muzazi Nuril Amhal... hadirmu melengkapi kebagaianku dan juga ibumu, jadilah anak saleh yang taat pada Allah, berbakti pada orang tuamu, berguna untuk agama Allah dan bangsa ini nak!

Pilih Bahasa

Indonesian Arabic English German Japanese Portuguese Spanish

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Link Pengadilan

Link Silaturahim

 

 

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Pengunjung

000022001
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Lalu
Bulan Ini
Minggu Lalu
Semua
44
59
342
21381
799
2687
22001

Your IP: 54.224.133.152
Server Time: 2018-06-21 16:24:18

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Developed in conjunction with Ext-Joom.com