)-->
Welcome to Amirullah Arsyad Anak Gunung Perak Sinjai   Click to listen highlighted text! Welcome to Amirullah Arsyad Anak Gunung Perak Sinjai Powered By GSpeech

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

( Makalah Pembinaan Hakim )

Yang harus dilakukan para Hakim terkait dengan tugas pokok:

A.    Menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan perkara-perkara (melaksanakan persidangan) dengan memperhatikan:

1.    Mengkonstatir atau membuktikan benar tidaknya peristiwa/fakta yang diajukan para pihak dengan pembuktian melalui alat-alat bukti yang sah menurut hukum pembuktian, yang diuraikan dalam “duduk perkaranya” serta Berita Acara Sidang (BAS).

Konstatir itu sendiri adalah:

1.1  Memeriksa identitas para pihak;

1.2  Memeriksa kuasa hukum para pihak, jika ada;

 

1.3  Mendamaikan para pihak (mediasi);

1.4  Memeriksa syarat-syaratnya sebagai perkara ;

1.5  Memeriksa seluruh fakta/peristiwa yang dikemukakan para pihak;

1.6  Memeriksa syarat-syarat dan unsur-unsur setiap fakta/peristiwa;

1.7  Memeriksa alat bukti sesuai tatacara pembuktian;

1.8  Memeriksa jawaban, sangkalan, keberatan dari bukti-bukti pihak lawan;

1.9  Mendengar pendapat atau kesimpulan masing-masing pihak;

1.10       Menerapkan pemeriksaan sesuai hukum acara yang berlaku ;

2.    Mengkualifisir peristiwa/fakta yang terbukti, dengan menilai peristiwa itu ada hubungan hukum apa, menemukan hukumnya terhadap peristiwa yang telah dikonstatiring, selanjutnya dituangkan dalam pertimbangan hukum putusan yang meliputi:

2.1  Mempertimbangkan syarat-syarat formil perkara;

2.2  Merumuskan pokok perkara;

2.3  Mempertimbangkan beban pembuktian;

2.4  Mempertimbangkan keabsahan peristiwa/fakta peristiwa atau fakta hukum;

2.5  Mempertimbangkan secara logis, kronologis dan yuridis fakta-fakta hukum menurut hukum pembuktian;

2.6  Mempertimbangkan jawaban, keberatan dan sangkalan-sangkalan serta bukti¬bukti lawan sesuai hukum pembuktian.

2.7  Menemukan hubungan hukum peristiwa-peristiwa/fakta-fakta yang terbukti dengan petitum;

2.8  Menemukan hukumnya, baik hukum tertulis maupun hukum yang tidak tertulis dengan data sumbernya;

2.9  Mempertimbangkan biaya perkara.

3.    Mengkonstituir, dengan menetapkan hukumnya yang kemudian menuangkan dalam amar putusan (diktum) / penetapan yang berisi :

2.1  Menetapkan hukumnya dalam amar putusan/penetapan;

2.2  Mengadili seluruh petitum;

2.3  Mengadili tidak lebih dari petitum kecuali Ex ofosio;

2.4  Menetapakan biaya perkara.

B.    Yang harus dilakukan oleh Ketua Majelis adalah membimbing dan meprakarsai jalannya persidangan serta mengawasi terhadap pembuatan Berita Acara Sidang (BAS), juga bertugas:

1.    Menetapkan hari sidang;

2.    Memerintahkan pemanggilan para pihak;

3.    Mengatur mekanisme persidangan;

4.    Mengambil prakarsa untuk kelancaran persidangan;

5.    Mengakhiri sidang;

C.   Yang harus dilakukan oleh majelis adalah menyusun konsep putusan / penetapan perkara yang ditanganinya, yang bersumber dari hasil pemeriksaan yang dicatat secara lengkap dalam Berita Acara Sidang dan berdasarkan BAS tersebut maka dikonsep putusan/penetapan yang memuat:

1.    Tentang duduk perkaranya, yang menggambarkan pelaksanaan tugas hakim dalam mengkonstatir kebenaran fakta atau peristiwa yang diajukan;

2.    Pertimbangan hukum yang menggambarkan pokok pikiran hakim dalam mengkonstatir fakta-fakta yang telah terbukti tersebut serta menemukan hukumnya bagi peristiwa tersebut, disini merumuskan secara rinci kronologis dan hubungan satu sama lain dengan didasarkan pada hukum atau peraturan perundang-undangan, langsung disebutkan;

3.    Amar putusan yang memuat hasil akhir sebagai konstitusi atau penentuan hukum atas peristiwa atau fakta yang telah terbukti ;

D.   Minutasi berkas perkara.

Minutasi (minutering) berkas-berkas perkara, merupakan suatu tindakan yang menjadikan semua dokumen resmi dan sah. Minutasi dilakukan oleh pejabat PA sesuai dengan bidangnya masing-masing, tetapi secra keseluruhan menjadi tanggung jawab hakim yang menangani perkara tersebut. Minutasi meliputi surart-surat sebagai berikut:

1.    Surat gugatan / permohonan;

2.    Surat kuasa untuk membayar (SKUM);

3.    Penetapan Majelis Hakim (PMH);

4.    Penetapan Hari Sidang (PHS);

5.    Relaas Panggilan;

6.    Berita acara persidangan (BAP);

7.    Bukti-bukti surat;

8.    Penetapan - penetapan hakim;

9.    penetapan / putusan akhir;

10.  Surat – surat lainnya dalam berkas perkara;

Proses minutasi sudah dapat dimulai setelah sidang pertama dan selesai paling lambat 1 bulan setelah perkara diputuskan. Pada saat sidang ikrar talak, berkas perkara tersebut harus sudah diminutasi . Tanggal minutasi dicatat dalam register induk pekara yang bersangkutan. Hal-hal yang terjadi setelah perkara diputus juga harus diminutasi sebagai dokumen resmi.

 

Sumber: Modul/Makalah Pembinaan Calon Hakim

Pilih Bahasa

Indonesian Arabic English German Japanese Portuguese Spanish

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Link Pengadilan

Link Silaturahim

 

 

)-->

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Pengunjung

000027462
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Lalu
Bulan Ini
Minggu Lalu
Semua
73
102
278
26695
1157
1038
27462

Your IP: 54.224.56.126
Server Time: 2018-10-23 11:48:36
)-->

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech