Ende | amrul-arsyad.com

Tahun 2017 memiliki makna tersendiri buat Pengadilan Agama Ende. Bagaimana tidak? Di momen tahun baru ini, tepatnya 10 Januari 2017 Pengadilan Agama Ende sukses melakukan eksekusi rill setelah dua kali pelaksanaan eksekusi sebelumnya untuk perkara yang sama gagal dilaksanakan.

Berawal dari pengajuan perkara kewarisan di PA Ende yang diputus tahun 1996, kemudian putusan banding PTA Kupang tahun ...., terakhir putusan kasasi MA tahun  .... yang menguatkan putusan PA Ende dengan mengabulkan gugatan Para Penggugat, di tahun yang sama 1998 pihak Penggugat mengajukan permohonan eksekusi. Proses aanmaning tak menemui kata sepakat, akhirnya ditetapkan jadwal pelaksanaan eksekusi. Namun tiba hari pelaksaanaan eksekusi Tim Eksekusi kecolongan ditambah, Termohon eksekusi bertindak lebih cepat mendahului pihak keamanan dan ratusan massa dari Termohon Eksekusi menduduki kantor hingga Tim Eksekusi dan pegawai PA Ende tertahan didalam kantor. Keamanan yang datang kemudian tak kuasa menghalau massa yang jumlah tak kurang tujuh ratusan orang yang terus merangsek masuk ke ruangan-ruangan dan merusak beberapa fasilitas yang ada. Wal hasil eksekusi kala itu pun dinyatakan non eksekutabel. Kejadian sama kembali terulang di tahun ....

 

POTO 2

Berkaca dari dua pengalaman tersebut, kali ini Pimpinan dan Tim Eksekusi PA Ende bertindak lebih ekstra hati-hati. Melalui koordinasi yang intensif dengan pihak keamanan dari Polres Ende dan Kompi C TNI Ende serta pemerintah setempat, pelaksanaan eksekusi dipersiapkan secara matang. Semua perhatian terpusat ke satu tujuan, eksekusi kali ini harus sukses. Apalagi dalam pengajuan eksekusi kali ini harus melalui tiga kali aanmaning serta melalui dua pimpinan yakni Dra. Hj. Hasnia HD., MH. (mutasi ke PA Gorontalo) kemudian diganti oleh Ruslan, S.Ag., MH., namun dalam aanmaning kedua belah pihak tetap gagal menemui kata sepakat.

Hasilnya luar biasa, di bawah pengawalan 100 orang personil dari Markas TNI Kompi C Ende dan Polres Ende, plus ‘seragam biru’ dari Polair (Polisi Perairan) Kabupaten Ende, Eksekusi di 6 titik objek sengketa berjalan dengan sukses.

Poto 3

Panitera PA  Ende, Drs. H. Laseman, MH sebagai Ketua Tim Eksekusi kepada redaksi dalam wawancara singkat menyatakan bahwa eksekusi kali ini berjalan sukses atas kerjasama yang baik antara tim eksekusi, pimpinan dan aparat keamanan.

“Dalam beberapa bulan ini kami terus berkomunikasi secara intensif dengan pihak keamaanan, alhamdulillah aparat keamanan dari Kompi C Ende dan Plores Ende merespon cepat dengan mengamankan lokasi pelaksanaan eksekusi, bahkan Polres Ende menerjungkan pasukan khusus dari unit Polair dengan seragam biru khusus untuk mengawal pegawai PA Ende yang ikut ke lokasi” kata Laseman. “Perlawanan tetap ada namun karena kesigapan aparat keamanan sehingga semua berjalan sukses” lanjutnya. Tak hanya itu penjagaan diseluruh aset PA Ende juga dilakukan demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam kesempatan yang sama Irwahidah MS., S.Ag., MH plh. Ketua menyampaikan bahwa sehari sebelum pelaksanaan eksekusi, Plh Ketua, Tim Eksekusi dan aparat keamanan melakukan pertemuan khusus atau briefing di aula/ruang sidang utama PA Ende “Kami tegaskan bahwa tim eksekusi jangan mendengar suara-suara yang dihembuskan dari pihak tertentu bahwa lokasi eksekusi tidak kondusif”.

“..yang berhak menyatakan tidak kondusif hanya pihak keamanan, dan disitulah fungsinya keamaan dilibatkan dalam pelaksanaan eksekusi”.

POTO 4

Dihubungi secara terpisah Ketua PA Ende, Ruslan, S.Ag., MH. menyampaikan selamat kepada Tim Eksekusi atas kesuksesannya dalam pelaksanaan eksekusi, semuanya patut mendapat apresiasi.

“Kesuksesan eksekusi yang sebelumnya tertunda tak kurang dari 18 tahun, tak dapat dipungkiri akan makin meningkatkan kepercayaan publik atas kinerja aparat peradilan agama khususnya PA Ende” kata Ruslan.

“Saat ini saya masih sedang menjalankan cuti, namun hampir setiap hari saya terus berkoordinasi dengan Tim Eksekusi dan juga plh. Ketua dengan memberikan masukan-masukan terkait persiapan eksekusi” lanjutnya.

Rasa puas dan lega jelas terpancar dari wajah pemohon eksekusi, bagaimana tidak? sudah puluhan tahun menunggu saat-saat seperti ini.

“Kami percaya pengadilan agama mampu menjalankan putusannya (baca:eksekusi) apalagi ini bukanlah eksekusi pertama yang dilakukan PA Ende. Hanya saja permohonan kami tertunda karena adanya perlawanan dari pihak termohon eksekusi pertama tahun 2008”.

 

Salut! Selamat untuk Tim Eksekusi, selamat untuk PA Ende, selamat untuk peradilan agama. Eksekusi ini adalah salah satu bukti bahwa peradilan agama memang layak disandingkan dengan peradilan lainnya, meski sinisme acapkali diterima oleh peradilan agama, namun masyarakat bisa melihat dan tak perlu meragukan peradilan agama. Sekali lagi selamat (Tim IT/A2)

Pilih Bahasa

Indonesian Arabic English German Japanese Portuguese Spanish

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Link Pengadilan

Link Silaturahim

 

 

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Pengunjung

000013836
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Lalu
Bulan Ini
Minggu Lalu
Semua
32
28
236
13389
516
1235
13836

Your IP: 54.91.171.137
Server Time: 2017-12-17 11:45:10

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Developed in conjunction with Ext-Joom.com